5 Cara Merayu Anak yang Susah Makan

Semua cara sudah dilakukan demi anak mau makan, mulai dari membujuk sampai mencoba berbagai menu makanan. Tapi, anak masih saja susah makan. Duh, pusing ya.  

Tapi, bagaimana pun bingung dan sulitnya, kita tetap harus cari cara supaya anak mau makan. Kalau tidak, tumbuh kembang anak bisa terganggu.

Merayu anak agar mau makan memang susah-susah gampang. Nah, beberapa hal berikut ini, perlu diperhatikan untuk memancing selera makan si buah hati.

  1. Kenali Penyebabnya  

 

Pertama, kita harus kenali dulu penyebab anak susah makan. Setidaknya, ada tiga penyebab anak tidak mau makan: karena gangguan medis, keadaan psikologis, dan lingkungan.

Untuk mengetahui penyebabnya, perlu dilakukan pengamatan oleh orang tua atau pengasuh untuk memahami kondisi anak dan dicari solusinya.

2. Jangan Dimarahi

Anak yang susah makan bukan berarti dia nakal. Sebaliknya, mereka perlu dipahami. Jadi, sabar dan tahan emosi. Memarahi anak malah akan membuat mereka semakin ogah makan.

Tanggapi positif keinginan anak. Menuruti anak tidak selalu berkesan negatif. Kadang hal ini merupakan kompromi untuk mencapai ‘goal’, yaitu membuat anak punya pola dan asupan makan yang sehat.

Tidak kalah penting, ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Seperti orang dewasa, anak juga perlu situasi makan yang nyaman, tenang dan tanpa paksaan.

3. Atur Jadwal Makan

Tentukan jadwal makan anak secara teratur setiap harinya. Jadwal ini terdiri dari 3 kali makan utama, 2 kali makanan ringan, dan susu 2-3 kali sehari (500-600 ml/hari).

Sajikan makanan di waktu yang sama setiap hari. Pola makan teratur akan membuat anak terbiasa dan tahu bahwa setiap hari, pada waktu tertentu, selalu ada makanan untuknya.

4. Sajikan Porsi Kecil

Piring yang terlihat penuh makanan bisa membuat si kecil malas makan. Coba sajikan dalam porsi kecil dulu.

Sajian makanan tidak perlu lengkap terdiri nasi, lauk dan sayur. Tawari anak apakah dia ingin memakannya berbarengan atau satu per satu, misalnya sayuran saja, atau lauknya saja.

Kalau satu makanan sudah habis, bisa kita tawarkan makanan lainnya. Tidak apa-apa makan sedikit-sedikit, asalkan sering dan gizinya terpenuhi.

5. Variasikan Makanan

Dibutuhkan kreativitas untuk menyajikan makanan yang bervariasi. Kombinasikan rasa gurih dan manis, atau bisa dicoba dengan merekayasa tampilan makanan dalam bentuk menarik menjadi boneka, awan, bintang dan lain-lain.

Tingkatkan juga tekstur makanan (lembek atau keras) secara bertahap sesuai kemampuan makan anak. Jika diperlukan, turunkan tekstur makanan. Yang penting, anak nyaman mengunyahnya.

Jika nafsu makan anak tak kunjung membaik dan dicurigai ada pengaruh gangguan medis, sebaiknya segera konsultasikan ke ahli.

Penjelasan lengkap dan konsultasi khusus menangani anak sulit makan, bisa diikuti di salah satu sesi di Kelasin.com bersama dr. Sylvia Irawati M.Gizi. Mau belajar lebih banyak? Langsung saja kunjungi kelasnya di sini.

Kelasin.com adalah Platform yang menawarkan pembelajaran mandiri secara online untuk para orangtua. Topik yang kami tawarkan berfokus pada pengembangan pengetahuan dan kemampuan orangtua. Ikuti kelasinya disini