Jangan Bingung, Menyiapkan MPASI Gak Sesulit Itu Kok

Memasuki usia bayi mulai MPASI, orang tua biasanya dilanda kegalauan. Rasanya campur aduk, antara senang karena anak akan makan untuk pertama kalinya, sekaligus bingung karena baru belajar tentang MPASI.

Wajar kalau banyak pertanyaan muncul. Menyiapkan MPASI memang susah-susah gampang. Tapi kata yang sudah melewatinya, tidak sesulit yang dibayangkan kok.

Buat sebagian orang tua, mempersiapkan MPASI malah mengasyikkan karena bisa bereksperimen di dapur. Bebas… Yang penting, tetap ikuti aturan seperti yang disarankan para ahli ya.

Kapan mulai MPASI?

Menurut World Health Organization (WHO), MPASI sudah boleh diberikan ketika anak berusia 180 hari atau 6 bulan.

Di usia ini, sistem pencernaan anak sudah berkembang lebih baik dan cukup matang sehingga siap untuk menerima makanan selain ASI. Tanda anak siap makan antara lain:

– Sudah bisa duduk tegak dan stabil menyangga kepalanya.

– Mulai tertarik pada makanan, berusaha meraih makanan yang didekatkan kepadanya dan ada reflek membuka mulut.

– Anak bisa mengunyah dan mengendalikan lidah dengan baik untuk menggerakkan makanan yang ada di mulutnya.

Makanan yang baik

Agar gizinya seimbang, panduan MPASI yang disarankan WHO menyebutkan, kuncinya adalah keberagaman makanan.

Perlu diketahui, tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua elemen gizi yang diperlukan. Nah, karenanya, sejak usia 6 bulan, mulai kenalkan semua variasi makanan.

Apa saja? Mulai dari bahan pangan pokok (serealia, ubi-ubian), buah dan sayuran, kacang-kacangan dan olahannya (tempe tahu), sumber protein hewani (daging sapi, ayam, telur, ikan, hati), dan sumber lemak tambahan (minyak, mentega tawar, santan, kaldu).

Jadi jelas ya, variasi makanan berlaku untuk semua usia. Hanya saja, untuk tekstur, porsi dan frekuensi ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan bayi.

Gimana kalau anak alergi?

Ini memang jadi ketakutan tersendiri orang tua yang baru memulai MPASI untuk anaknya. Tapi tunggu deh, coba singkirkan dulu kekhawatiran. Kalau belum dicoba, darimana kita tahu anaknya alergi atau tidak?

Sebenarnya, kita bisa mengambil rujukan dari periode  pemberian ASI selama 6 bulan. Selama menyusui, makanan atau minuman apa saja yang dikonsumsi ibu, yang menimbulkan reaksi alergi pada bayi? Coba diingat-ingat.  

Jangan lupa untuk membuat food diary. Fungsinya, agar kita tahu dan punya catatan tentang makanan apa saja yang memberikan reaksi tertentu pada anak.

MPASI homemade

Pemberian makanan bagi anak pada periode emas sangat penting. Karena di masa ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan untuk tumbuh kembang anak secara optimal. Setuju kan?  

Untuk MPASI sendiri ada pilihan yang bisa diberikan, yakni MPASI instant atau yang homemade alias dibuat sendiri.

MPASI instan banyak sekali beredar di pasaran dengan menawarkan kepraktisan dan lebih cepat dalam proses penyajiaannya.

Sedangkan MPASI homemade, sesuai namanya, merupakan hasil olahan sendiri, pastinya membutuhkan waktu dan persiapan untuk mengolahnya.

Meski agak repot, MPASI yang diolah sendiri punya beberapa keuntungan, yaitu dibuat langsung dari bahan alami dan masih segar, dan menunya bisa lebih bervariasi untuk memenuhi kriteria gizi seimbang.

Kalau mau belajar lebih banyak, semua ini dibahas secara lengkap dan bisa diikuti di kelas online ‘Memulai MPASI Buatan Rumah’.

Oh ya, ada event offline-nya juga loh. Acara bakal digelar Sabtu 16 Februari 2019, bertema ‘Anti Frustrasi Pemberian MPASI’. Untuk detail acara dan cara pendaftaran, bisa langsung klik di link ini.

source foto: Canva

Kelasin.com adalah Platform yang menawarkan pembelajaran mandiri secara online untuk para orangtua. Topik yang kami tawarkan berfokus pada pengembangan pengetahuan dan kemampuan orangtua. Ikuti kelasinya disini